(Unggahan ulang dari E-Newsletter STFT Jakarta edisi Mei 2025)

Pada Senin, 28 April 2025, Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta kembali menyelenggarakan kuliah umum bulanan Kala dan Kalam. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini terbuka bagi publik dan diikuti oleh berbagai kalangan, baik dari civitas akademica STFT Jakarta maupun kalangan umum.

Kuliah umum kali ini menghadirkan dua narasumber: Pdt. (Em.) Dr. Rasid Rachman (dosen tetap bidang Liturgika) dan Erich von Marthin Elraphoma Hutahaean, Ph. D. (dosen tetap bidang Pendidikan Kristiani). Acara dimoderatori oleh Maysi Dwiexani, mahasiswi Program Magister.

Dr. Rasid membawakan tema “Libatio Menjadi Poterion: Efikasi Ritus Cawan Perjamuan Kudus Sebagai Gerakan Umat.” Ia menjelaskan bahwa ritus libatio dalam tradisi Greco-Roman, yakni pengangkatan dan pencurahan cawan sebagai persembahan kepada dewa, diadaptasi oleh Paulus dalam 1 Korintus 11:23–25 sebagai pengingat akan Kristus. Dalam gereja masa kini, ritus cawan menjadi simbol kesetaraan, persekutuan, dan harapan akan Kerajaan Allah. “Ritus sering kali dianggap mengganggu penguasa, seperti halnya ritus cawan atau ‘ritus Kamisan’ oleh Ibu Sumarsih,” ungkapnya. Perjamuan Kudus, lanjutnya, tidak berhenti di meja komuni, tetapi menjadi panggilan hidup untuk menghadirkan keadilan dan perdamaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *