Dalam rangka Dies Natalis ke-91, Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Jakarta menyelenggarakan Kuliah Umum “Kala dan Kalam” pada Senin, 22 September 2025.

Sesi pertama dibawakan oleh Pdt. Agustinus Setiawidi, Th.D., yang mengangkat tema “Flexing Kills”. Melalui perspektif Alkitab, khususnya Kitab Amos, Setiawidi mengkritik budaya pamer kemewahan sebagai bentuk ketidakpedulian sosial dan mengajak gereja untuk bersolidaritas dengan kaum miskin.

Sesi kedua, yang diisi oleh Pdt. Simon Rachmadi, Ph.D., membahas “Spiritualitas Pastoral Kehadiran”. Rachmadi menekankan pentingnya pendampingan spiritual sebagai proses “meruwat” atau memulihkan kepedihan, yang dapat menjadi obat bagi mereka yang menderita, mengubah luka menjadi pertobatan dan pemulihan.
