
Selasa, 21 April 2026, STFT Jakarta melalui Pusat Kajian Teologi Publik mengadakan talk show, dengan tema “Memahami Situasi Indonesia Terkini”. Dalam kegiatan ini, STFT Jakarta mengundang tiga orang pembicara, diantaranya: Andi Widjajanto S.Sos., M.Sc., Ph.D. (Gubernur Lembaha Ketahanan Nasional 2022-2023), Dr. Karlina Supelli (Direktur Program Pascasarjana STF Driyarkara), dan Alfonsus Haryo Damardono,S.H. (Pemimpin Redaksi Kompas). Adapun moderator dalam kegiatan ini, yaitu Pdt. Yonky Karman Ph.D. (Dosen STFT Jakarta). Kegiatan ini berlangsung di aula lt.1 STFT Jakarta, pada pukul 13.00 – 15.00 WIB. Kegiatan ini diawali oleh kata sambutan dari Prof. Binsar Pakpahan, selaku rektor STFT Jakarta.
Dalam pemaparannya, pak Alfonsus menjelaskan bahwa salah satu peran media (khususnya kompas) yaitu untuk memberdayakan orang-orang kelas bawah untuk tetap berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.
Di samping itu, Ibu Karmila menjelaskan ke arah politik dekomrasi. Beliau menjelaskan bahwa ada tiga penyebab utama mengapa kaum muda kurang terlibat aktif dalam politik demokrasi, yaitu: politik adalah kemewahan, instritusi politik kurang tanggap, dan politik ibarat memenggal kepala. Mereka menganggap bahwa dalam politik demokrasi terlalu banyak ditemukan kejanggalan, seperti kecurangan dll. Terakhir, pak Andi, membahas ke arah perekonomian negara. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa perekonomian yang ada di Indonesia menjadi buruk salah satunya karena pengaruh dari covid 19. Oleh karena itu, beliau menekankan agar kita tetap berbenah dan menyesuaikan diri soal perekonomian sekarang ini.

Melalui persepktif singkat dari ketiga pembicara tersebut, Secara kolektif, pembicara menegaskan bahwa penguatan demokrasi di Indonesia sangat bergantung pada integrasi antara keterbukaan akses partisipasi, restorasi kepercayaan terhadap institusi politik, serta ketangguhan ekonomi yang inklusif.