Pada hari Senin, 10 November 2025, STFT Jakarta telah melaksanakan Ibadah Awal Pekan dengan Tema “Hidup Tidak Bercela adalah Syarat Utama Sebuah Perjanjian”. Ibadah dilaksanakan di Kapel STFT Jakarta, pada pukul 11.30 WIB. Ibadah ini dikoordinir oleh Persekutuan Mahasiswa Teologi Asal GPIB (PMTA GPIB). Pelayan Firman dalam Ibadah Awal Pekan adalah: Pdt. Benjamin Louhenapessy (Pendeta GPIB Pancaran Kasih, Depok).

Khotbah diambil dari perikop: Kejadian 17:1-8 (TB2). Pdt. Benjamin menjelaskan bahwa Abram menunjukan sikap kepatuhan, dan dalam khotbahnya ia menegaskan bahwa satu syarat untuk mengikat perjanjian Allah dengan manusia adalah dengan hidup tidak bercela. Pdt. Benjamin menjelaskan bahwa komitmen dan janji Allah kepada Abraham, membawa Abraham sujud menundukan kepala ke tanah. Abraham dijanjikan oleh Allah bahwa “Aku akan membuat engkau sangat banyak”. Hal ini menegaskan bukan karena kehebatan dirinya, tapi karena Abraham berserah. Kisah Abraham menunjukan bahwa Ia keluar dari zona nyaman dan ia bergumul. Hidup tidak bercela adalah syarat utama untuk mengikat perjanjian.

Pdt. Benjamin mengundang mahasiswa untuk mengalami dan mensyukuri setiap proses dalam studi di STFT Jakarta. Hal yang digarisbawahi adalah, tentu ada ketidaknyamanan dalam proses bergumul di STFT Jakarta. Oleh ketidaknyamanan kita dibentuk menjadi pemimpin yang misioner, sama halnya yang dialami oleh Abraham. Dalam proses yang tidak nyaman ini kita sedang di bentuk menjadi pelayan yang berintegritas.

Ibadah juga diisi dengan lantunan persembahan pujian dari Gita Bakti 107: “Ikutlah Tuhan dalam T’rang” dinyanyikan oleh PMTA GPIB dengan bersemangat dan mengitari kapel untuk mengajak dan mengingatkan para civitas akademika dalam sukacita untuk mengikut Tuhan dalam terang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *