Pada Jumat, 29 Agustus 2025, STFT Jakarta mengadakan acara refleksi akhir pekan secara daring. Acara ini dihadiri oleh Pimpinan STFT Jakarta Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, dosen, karyawan, serta mahasiswa/i.

Refleksi ini menghadirkan Moh. Aan Anshori, M. H., atau akrab disapa Gus Aan, sebagai pembicara. Ia memulai sesi dengan mengajak peserta merenungkan konsep kekudusan. Menurutnya, kekudusan sering kali dianggap sebagai sesuatu yang steril, terpisah dari dunia, padahal makna sesungguhnya jauh lebih mendalam.

Gus Aan menjelaskan bahwa kekudusan adalah sebuah proses, bukan status yang statis. Kekudusan sejati tidak hadir di ruang yang sempurna, melainkan di tengah ketidaksempurnaan, menjangkau, dan mengasihi mereka yang terpinggirkan. Konsep ini menantang kita untuk mengubah cara pandang, dari sekadar simbol keagamaan menjadi tindakan nyata, seperti membela kaum lemah, menegakkan keadilan, dan menghargai martabat setiap manusia.

Pada akhirnya, refleksi ini mengajak kita untuk bertanya, apakah hidup kita sudah memancarkan kekudusan yang inklusif, yang hadir bukan untuk menghakimi tetapi untuk mengasihi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *